TAKUT AKAN TUHAN

Karakter Tuhan yang sering kita dengar adalah maha pengasih, penyayang, sabar, dan mengampuni. Sepertinya sisi karakter tersebut yang memang banyak diajarkan dan nyaman untuk kita percayai. Padahal di sisi lain, Tuhan juga memiliki karakter lain yang setara yaitu kudus dan adil. Jika kita ingin mengerti kedua sisi karakter Tuhan itu maka kita perlu belajar memiliki sikap “takut akan Tuhan”.  Sikap tersebut perlu dikembangkan dalam pribadi orang percaya dan gereja karena kita banyak kadang jatuh dalam dosa berkepanjangan dan gagal menyelesaikan perjalanan iman kita  karena kita tidak takut pada Tuhan.

Mungkin ada yang bergumam: Hmm, Takut akan Tuhan? Bukankah “takut” itu sesuatu yang negatif? Apakah Tuhan itu musuh sehingga kita mesti lari dan sembunyi dari Dia? Bukankah Tuhan tidak pernah memberi roh ketakutan pada kita? Sebetulnya takut akan Tuhan tidaklah sama seperti ketakutan kita saat nonton film horor, atau kita lari karena ketakutan pada ancaman. Justru takut akan Tuhan itu membuat kita tak bisa menjauh dari Tuhan, dan selalu datang kepadaNya. 

Orang percaya yang takut akan Tuhan memahami tiga hal, yaitu: (1) Keagungan Tuhan yang telah menciptakan langit, bumi, dan segala isinya semestinya membuat kita kagum, gentar, dan hormat kepada Tuhan. Kita memuliakan dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita meskipun lingkungan sekitar tidak mendukung. (2) Kekudusan dan keadilan Tuhan mengingatkan kita untuk hidup kudus dan menjauhi dosa. KeadilanNya akan meminta pertanggungjawaban dari kita atas semua yang kita lakukan di dunia ini dan kita menerima upah sesuai perbuatan kita. Oleh karena itu kita semestinya  hidup berhati-hati dengan segala pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. (3) Kasih Tuhan yang memberikan nyawaNya sebagai tebusan dosa manusia. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan, namun kita mesti mengerjakan keselamatan kita  dengan takut dan gentar. Saat kita melihat salib, kita merenungkan bagaimana mungkin kita terus berdosa tanpa pernah mau bertobat? 

Takut akan Tuhan adalah kesadaran bahwa kita ada di dalam hadirat Tuhan dengan karakterNya kasih, kudus, dan adil. Kalau kita sadar bahwa Tuhan melihat dan tahu semua yang kita lakukan di dunia ini, maka itu seharusnya mengubah cara hidup kita. Sikap hormat kepada Tuhan akan membawa dampak dalam kehidupan kita yaitu melakukan perintahNya dan menjauhi apa yang Tuhan benci: dosa. Menariknya, ada banyak janji dan berkat Tuhan kepada orang yang takut akan Tuhan di antaranya: Tuhan menjaga dan meluputkan kita dari bahaya (Maz 34:8), memberi kita hikmat (Ams 1:7), kekayaan, kehormatan, dan kehidupan (Ams 22:4), dll. 

Raja Salomo telah melalui banyak hal dalam hidupnya baik itu kemewahan, kekuasaan, kebijaksanaan, termasuk kelemahan dan dosanya.  Di hari tuanya, ia menyadari dan menyimpulkan apa yang paling penting dalam kehidupan ini : takutlah akan Tuhan dan berpegang pada perintahNya, karena itulah kewajiban semua orang (Pkh 12:13).

@bagiterang.com/210321