JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN

Judul ini adalah bagian dari Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan di dalam Matius 6:13. Bagian ini agak sulit dipahami karena memohon Allah untuk tidak menggiring  manusia untuk masuk ke dalam pencobaan. sementara di sisi lain, Yakobus 1:13 menyatakan “apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun”. Sepertinya dua perikop ini bertolak belakang. Bagaimana mungkin kita meminta Allah untuk tidak membawa kita dalam pencobaan, padahal Allah tidak pernah mencobai siapapun?

Untuk memahami perikop keduanya, kita mesti melihat bahasa asli kata “pencobaan,” yang berasal dari bahasa Yunani: peraismos. Kata ini bisa memiliki dua arti: (1) pencobaan dalam arti menggoda untuk berbuat salah atau dosa; (2) pengujian atau penderitaan. Kita tahu bahwa karakter Allah itu adalah kudus dan Diapun mengharapkan kekudusan dari kita. Oleh karena itu, Allah tidak akan pernah membawa kita ke dalam pencobaan yang mendorong kita untuk berdosa. Bahkan menurut Mazmur 23:3, Allah menuntun kita di jalan yang benar. Jika kita berpikir bahwa Allah mencobai kita untuk berbuat dosa, itu tidak benar karena bertentangan dengan karakter kekudusan Allah. Jadi pengertian dari kata “pencobaan” dalam Doa Bapa Kami bukanlah pencobaan dalam artian godaan untuk berbuat dosa, melainkan pencobaan dalam arti pengujian. Godaan berasal dari Iblis yang menginginkan kita jatuh dalam dosa, sementara pengujian berasal dari Allah untuk memperbaharui hidup kita supaya kita iman kita bertumbuh, berbuah matang, dan sempurna. 

Kita perlu memahami meski  Allah tidak pernah menuntun kita untuk jatuh dalam dosa, namun Allah mengizinkan berbagai tantangan, kesulitan, persoalan, dan sakit penyakit dalam hidup kita. Sekalipun kita beriman kepada Allah, pastinya kita tidak akan pernah lepas dari ujian dan kesulitan hidup.  Allah tidak pernah berjanji bahwa hidup kita akan selalu mulus tanpa pencobaan.  Kita boleh saja berdoa agar segala persoalan hidup kita segera diangkat Tuhan. Namun kita perlu belajar dari doa Tuhan Yesus di Taman Getshemani di malam sebelum penyalibanNya.  Dalam status kemanusiaanNya, Tuhan Yesus menginginkan cawan penderitaan itu berlalu, tetapi akhirnya Ia tunduk kepada kehendak Bapa di surga. Tuhan Yesus setia melalui penderitaan bahkan mati di kayu salib. Jika memang Allah menghendaki kita menanggung dan melalui berbagai kesulitan hidup, maka kita bisa berdoa kepada Allah: “Janganlah membawa kami kepada pencobaan.” Doa ini menunjukkan pengakuan kita kepada Allah bahwa kita ini lemah dan kita bergantung sepenuhnya kepada Allah. Kita memohon agar Allah memberi kita kekuatan supaya kita dapat menanggung pengujian iman, kita tidak lemah dan jatuh dalam  dosa dalam mengatasi pencobaan yang kita lalui. 

Ingatlah Allah itu menguji iman, namun Iblis menggoda supaya kita berdosa. Dalam setiap masalah dan kesulitan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, di saat yang sama Iblis menaburkan bibit godaan agar kita mulai meragukan penyertaan Tuhan,  menyalahkan orang lain dan keadaan bahkan Iblis menggoda kita untuk mengambil jalan pintas sebagai solusi persoalan hidup kita, meskipun itu berbuat dosa. Oleh karena itu, saat pengujian iman dan persoalan hidup hadir, marilah kita tunduk kepada Allah melalui doa dan perenungan Firman Tuhan. Bersama Allah,  kita akan meraih kemenangan dalam pergumulan hidup kita. 

~BT220807