Mengapa Kita Eksis di Dunia

Tidak satupun dari kita yang punya andil untuk menghadirkan diri kita ke dunia ini. Kita pun tidak bisa meminta atau menolak untuk dilahirkan ke dunia ini. Dan dalam usia pertumbuhan kita, tiba-tiba saja kita menyadari bahwa kita ada sebagai pribadi manusia. Lalu kita mungkin bertanya mengapa dan untuk apa saya ada di dunia ini. Bagaimana saya harus hidup? Apa yang harus saya capai dalam hidup ini? Mengapa kita ada dilahirkan ke dunia ini jika bergumul dengan kesulitan dan masalah hidup bahkan kematian yang bisa datang setiap saat.
Pertanyaan tentang eksistensi manusia merupakan salah satu pergumulan manusia di sepanjang zaman. Beberapa mungkin sudah menemukan jawabannya tetapi banyak orang yang masih bergumul untuk menemukan jawabannya. Kadang karena kita larut dengan kesibukan sehari-hari, kita tidak lagi memikirkan pertanyaan mengapa kita ada di dunia ini. Padahal menemukan tujuan kita eksis di dunia ini akan mempengaruhi cara kita hidup termasuk apa yang membuat kita bersemangat saat bangun pagi dan melakukan aktivitas hidup. Ada orang yang merasa hidup itu hanyalah kebetulan saja dan tidak ada nilai kekalnya. Kalau kita mati, ya seperti debu saja yang ditiup angin, hilang lenyap dan tak ada jejak. Banyak juga yang beranggapan kita eksis di dunia ini hanya untuk mengejar kebahagiaan diri kita saja dan di luar dirinya tidak ada yang penting.
Jika kita ingin mengetahui mengapa kita hadir ke dalam dunia ini, kita mesti memulainya dari Tuhan. Kita dilahirkan oleh dan untuk tujuan Allah. Kitab Kejadian menceritakan bahwa Tuhan dengan sukacitaNya menciptakan manusia serupa gambaranNya karena Dia ingin memiliki hubungan persahabatan dengan kita. Dalam Matius 22:36-40, Yesus menegaskan tujuan kita hidup adalah mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Jadi kita ada di dunia ini untuk kemuliaan Tuhan yang sebenarnya itu juga akan memberikan kesukaan bagi kita– tentu jika kita mengenal Allah secara pribadi. Kita mengenal Kristus saat kita sudah menyadari keberdosaan kita, meyakini Kristus sudah menebus dosa kita dan kita sedang hidup untuk Kristus.
~BT240505