SEMUA AKAN BERLALU.

Untuk segala sesuatu di kolong langit ini ada masanya: ada permulaan dan ada akhirnya. Tahun lama sudah berlalu, sekarang masanya berganti kalender menjadi 2022. Ketika tahun baru datang, kita melihat ke depan dan merencanakan banyak hal untuk kita kerjakan setahun mendatang. Sebagian dari orang membuat resolusi atau komitmen. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa tidak ada jaminannya bahwa waktu akan terus bersama kita. Hidup kita di dunia ini sebentar, fana dan sementara saja. Adalah suatu keniscayaan bahwa kita hidup dalam satu momen saja setiap saat. Momen bahagia, kesedihan, dan kerumitan hidup semuanya bersifat sementara dan semuanya itu akan berlalu pada waktunya. Sama hal dengan apa yang Petrus katakan: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1 Pet 1:24).

Sayangnya kita cenderung memikirkan hal-hal yang bersifat sementara, seolah-olah hidup kita akan terus abadi di dunia ini. Kita mengejar apa yang terlihat yang kita pikir itu semua bisa memuaskan hidup kita: sukses, uang, popularitas, dan hal duniawi lainnya. Padahal apa yang terlihat bagi kita hanyalah sementara dan semuanya akan hilang atau kita tinggalkan.  Alkitab mengajarkan kita untuk memberi hati kita kepada apa yang tidak terlihat dan bersifat kekal (2 Kor 4:18).  

Tidak ada yang kekal dalam dunia yang kita hidupi ini. Semuanya berubah dan akan berlalu, hanya satu yang tak pernah berubah: Allah yang tak terlihat secara fisik itu bersifat kekal. Dia melampui dimensi waktu dan ruang. Tuhanlah yang memegang kendali dalam dunia yang Ia ciptakan ini.  Dia tahu apa yang sedang terjadi, dan Dia menolong kita melalui semuanya itu jika kita menyerahkan hidup kita kepadaNya. Apapun rencana atau resolusi yang akan kita kerjakan dan kejar tahun ini, semoga itu bernilai kepada kekekalan dan Tuhan memampukan kita mewujudkannya untuk kemuliaanNya.

~BT20220108