Mempertanyakan Keselamatan Kekal
Sebagai bagian dari hidup manusia, setiap orang bisa memiliki keraguan dan mempertanyakan banyak hal. Setelah beberapa lama menjadi Kristen, kitapun bisa memiliki keraguan dalam hal kepastian iman dan mungkin pernah terlintas dalam pikiran kita beberapa pertanyaan: Benarkah saya sudah selamat? Apakah nanti saya akan bersama Kristus setelah kematian? Ada banyak alasan orang Kristen meragukan keselamatannya, di antaranya: (1) Dosa; saat kita sering gagal menaati Firman Tuhan dan berdosa bisa jadi kita mulai meragukan apakah benar Tuhan masih mengampuni kita dan apakah kita masih selamat. (2) legalistik; kita berpikir bahwa keselamatan itu bergantung pada perbuatan baik, ibadah, dan pelayanan kita. Saat kita tidak lagi memenuhi standar tersebut, kita merasa tidak selamat lagi. (3) iman yang tidak bertumbuh; kita mengaku sebagai Kristen tetapi tidak mengerti tentang keselamatan kekal dan menyepelekannya.
Meragukan keselamatan dalam Kristus yang akhirnya menolak karya penebusanNya tentu akan membawa penyesalan di kemudian hari. Itu adalah pekerjaan Iblis. Tetapi mempertanyakan dalam hal menguji iman dan keselamatan dapat menyadarkan kita ada hal yang perlu dikoreksi dalam hidup kita. Karena ada orang yang merasa perjalanan imannya baik-baik saja padahal dia sudah jauh dari Tuhan. Atau ada yang berpikir ia berdosa dan merasa Allah tidak mungkin mengampuninya dan ia tidak selamat lagi. Karena itulah Alkitab mengajarkan kita untuk menguji (mempertanyakan) diri apakah kita masih tetap tegak dalam iman dan yakin bahwa Yesus ada di dalam kita (2 Kor 13:5). Rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengecek apakah kita masih beriman pada Kristus? Pertanyaan ini sangatlah penting kita jawab karena ini akan menentukan dimana kita akan menghabiskan masa kekekalan kita setelah kematian.
Jika kita ingin yakin tentang jaminan keselamatan kita, maka kita perlu merenungkan hal berikut: (1) Apakah kita masih percaya bahwa Yesus adalah juruselamat kita? Ingatlah, keselamatan kita sesungguhnya adalah anugerah Tuhan melalui pengorbanan Yesus dan tidak bergantung pada perbuatan baik, ibadah, maupun pelayanan kita (Ef 2:8-9). Barangsiapa percaya kepada Yesus, ia memiliki jaminan hidup yang kekal (1 Yoh 5:11-12). Jelaslah bahwa keselamatan kita adalah berasal dari Tuhan, dan itu penuh kepastian dan kekal. (2) Apakah ada perubahan cara hidup kita yang menyerupai Kristus? Tentu ini proses yang panjang dalam hidup kita, ada pasang surut, jatuh bangun dalam dosa. Orang yang sungguh percaya Kristus bukanlah orang yang tidak bisa berdosa lagi. Bedanya, saat kita berdosa lagi, kita sungguh menyesali dan berupaya untuk meninggalkan dosa itu. Kita tahu menyakiti Allah namun Allah bersedia mengampuni dosa kita (1 Yoh 1:9). (3) Apakah kita masih berbuat baik kepada orang lain sebagai bukti iman kita? (sebab iman tanpa perbuatan baik adalah mati). Dari buah perbuatan baik kitalah terlihat kita hidup dalam Kristus (Mat 12:33). Jika kita dapat menjawab “ya” pada pertanyaan di atas, maka yakinlah bahwa kita masih beriman pada Kristus dan jaminan keselamatanNya ada pada kita.
@bagiterang.com/20210822