MENGAPA PERLU PENEBUSAN DOSA

Konsep penebusan dosa sering dipertanyakan banyak orang, mengapa mesti ada penebusan dosa? Jika memang Allah itu maha kasih, maka seharusnya mudah bagi Allah untuk sekedar mengampuni dan menerima manusia tanpa perlu adanya penebusan dosa. Kadang kita sering lupa bahwa karakter Allah bukan hanya kasih, tetapi juga adalah kudus dan adil. Dosa itu sangat bertentangan dengan kekudusan Allah, dan karena Allah itu adil, maka Allah murka akan  keberadaan dosa,  dan setiap dosa mesti dihukum. Kita semua adalah pendosa, dan upah dosa adalah kematian. Ini tidak enak didengar tapi begitulah kata Firman Tuhan dalam Roma 3:23 dan 6:23.  Sepanjang zaman, manusia mencari jalan pendamaian dan jalan keluar  atas rasa bersalah  dan dosa kepada Tuhan.  Misalnya  dengan cara hidup saleh, ibadah, persembahan uang dan materi, atau bahkan lari dan menyangkal keberadaan Tuhan. 

Saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mata mereka tercelik dan tersadar dengan perubahan yang terjadi pada diri mereka,  lalu mereka  mencari jalan keluar dari rasa bersalah dan dosa dengan langsung menutupi diri mereka dengan cawat dari daun pohon ara dan bersembunyi dari Tuhan yang menciptakan mereka.  Pada momen itu,  Allah berinisiatif mencari Adam dan Hawa dan memakaikan kulit hewann untuk menutupi tubuh berdosa mereka.  Allah tidak langsung menghukum mati Adam dan Hawa, meski Allah bisa saja me-reset manusia dengan produk baru. Malah Allah membuat cara pendamaian dosa dengan penumpahan darah dari hewan yang tidak bersalah atas dosa itu. Allah membutuhkan pengorbanan darah untuk menghapus dosa manusia. Darah dianggap sebagai tanda hidup atau nyawa, dan pada saat darah itu dipersembahkan akan menjadi pendamaian agar hubungan manusia dan Allah bisa dipulihkan (Ima. 17:11). Pendamaian  atas dosa manusia ditegakkan saat  darah hewan kurban dicurahkan dan kematian hewan tersebut sebagai ganti kematian akibat dosa seseorang. Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan orang Israel untuk mempersembahkan hewan dengan kualitas terbaik  di untuk disembelih di mezbah Bait Allah, sebagai cara mendapatkan pengampunan dosa dan pendamaian dengan Allah. 

Persembahan korban hewan hanyalah bersifat sementara dan tidak bisa menghapuskan dosa selamanya (Ibr. 10:1-4). Ritual pengorbanan hewan dalam Perjanjian Lama  adalah gambaran bahwa pada waktuNya, Allah yang penuh kasih itu akan menyediakan Anak Domba yang terbaik sebagai persembahan yang sempurna dan kekal dalam diri Yesus. Karena Yesus dilahirkan dari kandungan Roh Kudus, maka Yesus tidak membawa dosa alamiah seperti kita, sehingga Ia menjadi satu-satunya persembahan yang tak bercacat  untuk penebusan dosa manusia.  Keadilan Allah untuk menghukum dosa manusia sudah ditegakkan dan ditanggung saat Kristus menumpahkan darahNya dan menyerahkan nyawaNya di kayu salib. Pengorbanan Kristus di salib membebaskan kita dari kuasa dosa dan hukuman dosa yang seharusnya kita terima. Kita mendapatkan penebusan dosa melalui darah Kristus (Efe. 1:7). Inilah Perjanjian Baru yang Allah berikan kepada setiap orang yang mau percaya bahwa penebusan dosa, jalan pendamaian, dan keselamatan jiwa kita yang kekal hanya melalui Kristus saja. ~BT20220403