MENGAPA ALLAH TERKESAN DIAM SAJA?

Orang yang tidak percaya kepada Tuhan ataupun mereka yang meragukan keberadaan Tuhan sering mempertanyakan karakter Tuhan dengan mengajukan pertanyaan “Mengapa Tuhan diam saja dan tidak menunjukkan diri-Nya saja secara kasat mata agar orang tersadarkan bahwa Tuhan itu ada?”, “Jika memang Tuhan itu ada dan Dia ingin kita menyembah-Nya, seharusnya dia tunjukkan tanda dan mukjizat agar semakin banyak orang percaya kepadaNya.”
Padahal seandainya pun Tuhan menunjukkan keberadaanNya dan berbicara secara langsung kepada manusia, tidaklah ada jaminan bahwa orang tersebut akan percaya dan beriman kepada Tuhan. Dalam Alkitab tercatat beberapa kali penampakan Tuhan kepada manusia, berbicara dengan jelas, melakukan mukjizat yang menakjubkan, namun manusia tetap memberontak kepada Tuhan. Lucifer, malaikat yang paling tinggi dan mengenal Allah secara dekat, dia memberontak kepada Allah dan menjadi Iblis. Orang Israel selama 40 tahun di padang gurun menuju Kanaan melihat dan merasakan kehadiran Tuhan setiap hari dalam tiang awan dan tiang api, dan diberkati Tuhan dengan makanan, tetapi mereka malah menyembah berhala patung lembu emas. Yesus – Tuhan yang menjadi manusia – telah menunjukkan kuasa mukjizatNya dan banyak orang yang mengalami dan menyaksikan, namun Ia tetap ditolak banyak orang.
Setelah zaman para rasul, memang Allah tidak lagi berbicara kepada manusia dengan suara yang jelas atau membuat diri-Nya nyata. Tentu Allah punya alasan mengapa demikian adanya. Kita perlu menyadari ada banyak hal yang tidak bisa kita pahami mengenai Tuhan yang tidak terbatas, kekal dan maha kuasa itu. Jalan, rancangan, dan tindakan Tuhan jauh lebih tinggi dari pikiran manusia yang terbatas (Yes. 55:9). Allah juga menyatakan bahwa ada hal yang menjadi rahasiaNya dan hal-hal yang terbuka dan dinyatakan kepada kita melalui Alkitab (Ula. 29:29).
Alkitab adalah catatan tentang Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia. Di dalamnya Allah memberikan informasi tentang diriNya, pekerjaanNya dan rencanaNya. Segala sesuatu yang kita butuhkan “untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim 3:16). Dan itu sudah cukup bagi manusia untuk mengimani yang tertulis di sana. Kita tidak memerlukan wahyu lain di luar Alkitab karena Alkitab sudah selesai, sempurna, dan cukup.
Akhirnya, meskipun kesannya Allah diam dan tidak menyatakan dirinya secara kasat mata kepada kita, Ia tetaplah Tuhan yang berdaulat atas semua ciptaanNya. KIta tentunya tidak bisa memahami semuanya namun sebagai orang percaya, kita akan hidup oleh iman. (Hab. 2:4).
~BT20250608