Hidup Saleh dalam Dunia yang Cemar

Kita hidup di dunia yang cemar akibat dari dosa. Jika kita melihat sekeliling kita, maka kita menyaksikan beberapa gaya hidup duniawi yang cemar itu. Sekularisme – hidup yang tidak lagi percaya kepada Tuhan dan manusia hanya bergantung pada diri sendiri. Materialisme – kita menempatkan hal-hal materi termasuk uang, kekayaan, dan kesuksesan menjadi paling penting dan cenderung menjadi berhala modern bagi kita. Seksualitas yang menyimpang – orang mengabaikan dan mencemarkan hukum Tuhan tentang hubungan seksual yang seharusnya dalam pernikahan saja. Gaya hidup ini menjadi trend yang cenderung semakin meningkat dan banyak orang mulai menerimanya sebagai perkembangan zaman. Bahkan fenomena ini juga terjadi di dalam gereja dan umat Tuhan di mana kita cenderung bersikap kompromi dan toleran terhadap cara pikir hidup duniawi yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Karena kita masih hidup di dunia ini dengan gaya hidupnya, tentunya tidak gampang untuk menjalani kehidupan kekristenan kita. Orang Kristen pun sebenarnya tidak kebal terhadap godaan gaya hidup duniawi. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa hidup saleh hidup di dunia yang fasik ini? Apakah kita mengambil sikap ikut arus demi kenyamanan hidup kita? Atau haruskah kita mengasingkan diri kita dari masyarakat supaya kita tidak tercemar?
Rasul Petrus mengingatkan bahwa kita adalah orang yang numpang lewat di dunia ini. Perjalanan kita adalah menuju negeri yang permanen di surga. Meskipun kita hidup di antara orang-orang fasik, kita diharapkan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan gaya hidup duniawi karena kita adalah warga surgawi. Kita mesti menjauhkan diri dari keinginan daging yang berjuang melawan jiwa (1 Pet. 2:11). Artinya kita mesti melawan godaan dosa. Ingatlah, dosa mungkin menarik dan terlihat baik pada saat itu, tetapi dosa juga merusak dan menghancurkan jiwa kita. Untuk melawan godaan dosa, manusiawi kita tidak kuat melawannya, maka kita berdoa meminta kekuatan Tuhan untuk menang atas godaan dosa. Kita juga mesti teratur merenungkan firman Tuhan setiap hari dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan godaan yang datang. Selain itu penting juga kita untuk menghindari situasi yang bisa membawa kita kedalam pencobaan.
Kita juga diminta untuk melakukan apa yang benar (1 Pet. 2:12) saat hidup dalam dunia yang fasik ini. Cara hidup kita harus meniru apa yang Yesus lakukan: Ia penuh kasih, mengampuni, peduli dan membantu orang lain. Kehidupan rohani kita mesti menghasilkan buah yang enak dilihat dan dirasakan orang lain. Kehidupan saleh seperti ini bisa kita lakukan terhadap keluarga, rekan kerja, tetangga, atau teman sekelas kita. Dengan begitu, mereka akan melihat kebaikan dan kasih Tuhan melalui hidup kita. Semua tindakan saleh kita akan menjadi kesaksian Injil yang baik bagi orang lain dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
~BT20230708