FAKTA PENCIPTAAN DALAM KITAB KEJADIAN

Kitab Kejadian adalah kitab pertama dari Alkitab yang sangat mendasar yang diwahyukan oleh Tuhan kepada penulisnya, Nabi Musa. Di dalamnya diceritakan berbagai peristiwa mulai dari  penciptaan alam semesta, dunia termasuk manusia pertama Adam dan Hawa, jatuhnya manusia ke dalam dosa, sejarah kehidupan manusia generasi pertama, bencana air bah zaman Nuh, peristiwa tersebarnya manusia ke segala penjuru bumi akibat pembangunan Menara Babel. 

Banyak orang Kristen yang meragukan dan tidak mempercayai narasi kitab Kejadian khususnya Pasal 1 tentang penciptaaan sebagai peristiwa riil dan nyata. Beberapa ahli teologi menyatakan bahwa kitab Kejadian jangan dibaca secara literal (arti harfiah dan  terjemahan langsung) karena menurut mereka kitab itu ditulis dengan bahasa simbolik dan bukan menggambarkan peristiwa sebenarnya.  Sebagian orang  sulit menerima kebenaran Alkitab dalam penciptaan karena tidak sesuai dengan sains dan metode ilmiah. Teori sains sekuler yang paling terkenal tentang penciptaan adalah teori “Big Bang” (Ledakan Besar)  yang menyatakan bahwa alam semesta ini terbentuk dari materi yang  menggumpal dan meledak sekitar 14 milyar tahun lalu  dan membentuk planet bumi 4.5 milyar tahun yang lalu, dan diikuti evolusi biologis makhluk hidup menjadi manusia purba 200 ribu tahun yang lalu. Ada juga orang yang menganut paham teologi evolusi yang memadukan  teori sains ke dalam Alkitab. Agar Alkitab dapat diterima maka terjemahannya mesti sesuai dengan sains. Jadi menurut teori ini penciptaan oleh Tuhan itu bisa jadi secara evolusi  dalam jutaan atau milyaran tahun.

Pandangan ini tentu bertentangan dengan kitab Kejadian. Pasal 1 dengan jelas menyatakan pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi!. Inilah permulaan sejarah dunia ini! Dengan runut diceritakan satu persatu bagaimana Allah dengan FirmanNya dan kuasaNya menciptakan alam semesta ini dan segala isinya dalam waktu 6 hari ada pagi dan petang. Bukan 6 ribu, 6 juta, atau 6 milyar tahun. Lalu pada hari ketujuh Allah beristirahat. Siklus 6 hari kerja dan hari ke 7 istirahat inilah yang menjadi dasar perintah Hukum Taurat untuk beristirahat dan beribadah pada hari sabat. (Kel 20:8-11).

Setiap orang Kristen mesti mempercayai fakta penciptaan yang dinarasikan kitab Kejadian adalah kejadian yang benar terjadi, bukan cerita simbolik atau khayalan. Jikalau kita menolak mempercayai karya Allah dalam penciptaan dan menganggapnya sebagai dongeng dan mitos yang memiliki nilai religius, maka iman kita kepada Kristus akan sia-sia. Jika Pasal 1 Alkitab saja kita tolak, maka kita pun pasti akan menolak karya agung Allah lainnya di dalam Alkitab seperti kelahiran dari Perawan Maria, penyaliban Kristus, kebangkitanNya dan kenaikanNya ke sorga. Padahal, Kristus datang ke dunia ini adalah pemenuhan janji Allah kepada manusia pertama Adam dan Hawa yang awalnya diciptakan sempurna namun mereka memberontak  dan jatuh ke dalam dosa sehingga kita pun semua menjadi manusia berdosa.

Apakah kita mengartikan Alkitab termasuk penciptaan akan seturut dengan pandangan dunia ini? Ataukah kita yang mesti  mengubah cara pandang kepada dunia ini berdasarkan Alkitab? Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini akan menentukan perjalanan iman kita. Karena dengan iman kita bisa mengerti bahwa alam semesta ini dijadikan oleh firman Allah (Ibr. 11:3).

~BT250119