Mengapa Kita Menyembah Tuhan?

Pernahkah kita bertanya kenapa sih Tuhan menginginkan kita untuk memuji dan menyembah Dia? Apakah Tuhan kurang percaya diri dengan keberadaanNya? Apakah Ia membutuhkan pengakuan dari manusia untuk meningkatkan harga diri-Nya? Bahkan salah satu tuduhan dari orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan adalah bahwa Dia itu narsis, gila hormat, egosentris dan sombong. Bagi mereka, Tuhan kok memaksa semua orang memuji-Nya dan menghukum jika tidak mau tunduk kepadaNya.
Alkitab menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta seluruh alam semesta ini. Karakter Tuhan itu adalah sempurna, kekal, tak terbatas, mandiri dan tidak berkekurangan. Dia tidak membutuhkan apa pun di luar Diri-Nya untuk mempertahankan eksistensi-Nya. (Kis. 17:24-25). Tuhan sesungguhnya tidak membutuhkan pujian dan penyembahan kita untuk mempertahankan statusNya. Kalaupun manusia menyembah-Nya, tidak ada yang ditambahkan kepada-Nya. Pun jika manusia menolak menyembah-Nya, tidak ada juga yang hilang dari-Nya. Lalu Mengapa Tuhan meminta manusia untuk menyembah-Nya?
Manusia diciptakan Tuhan dengan memiliki naluri untuk memuji dan menyembah (Wah. 4:11). Buktinya, kita suka menghargai dan memuji sesuatu yang bernilai, indah, bagus, dan menyenangkan. Selain itu kita juga suka menyembah dan memuliakan sesuatu di luar diri kita yang bisa kita jadikan pegangan spiritualitas kita. Orang primitif yang tinggal di hutan belantara sekalipun, akan menyembah sosok atau benda tertentu yang dianggap sakral sebagai pegangan hidupnya. Apa yang diyakini seseorang tentang sosok sakral atau Tuhan akan menjadi landasan dari semua pemikiran dan perbuatannya dalam kehidupan ini. Jika kita gagal menyembah Tuhan yang benar, maka kita akan menyembah sesuatu yang lainnya.
Sesungguhnya Tuhan menginginkan yang terbaik bagi ciptaan-Nya. Segala hukum dan perintah Tuhan adalah semata untuk kebaikan manusia. Tuhan tahu bahwa sukacita kehidupan manusia tidak didapat dari keterikatan dengan dunia yang sementara dan fana ini. Kebahagiaan manusia terletak pada pengenalan akan Tuhan dan memiliki hubungan pribadi dengan Dia. Dalam Ulangan 6:24, Tuhan memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya supaya Ia memelihara hidup kita. Selain itu, jika kita merenungkan kasih, kebaikan, kemurahan pengampuan Tuhan kepada kita manusia berdosa ini, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak memuji dan menyembah Dia. Inilah ibadah kita yang sejati ketika kita memberikan memberikan penghormatan, pujian, ketundukan kepada Allah dan menyerahkan semua keberadaan hidup kita kepadaNya. Kesempatan untuk memuji Allah adalah sebuah hak istimewa dan Dia layak menerima pujian dan penyembahan kita!
~BT260117