Inkarnasi Kristus

Di bulan Desember kita mungkin disibukkan berbagai acara  merayakan natal dan mempersiapkan liburan akhir tahun. Tapi berapa banyak di antara kita yang mengingat bahwa natal sesungguhnya adalah tentang Yesus yang berinkarnasi? Ups jangan tertukar istilah dengan reinkarnasi. Alkitab tidak mengajarkan reinkarnasi seperti ajaran lain yaitu kembalinya makhluk hidup ke dunia ini setelah kematian dalam bentuk atau pribadi yang lain. 

Sama seperti istilah “Trinitas,” istilah “inkarnasi”  tidak ada tertulis dalam Alkitab. Namun penggunaan istilah tertentu akan lebih menolong kita untuk mencernanya daripada kata-kata yang panjang. Singkatnya, inkarnasi artinya “menjadi daging”.  Doktrin inkarnasi menjelaskan bahwa Tuhan Yesus hadir ke dunia ini dalam bentuk fisik manusia untuk menunaikan misi penebusan dosa. Yesus merupakan pribadi kedua dalam Trinitas dan Ia adalah Tuhan yang kekal bersama Allah Bapa dan Roh Kudus. Dalam inkarnasinya, Yesus tidak pernah menanggalkan status ketuhanannya.  Yesus adalah satu Pribadi dengan dua sifat alamiah: 100% Tuhan dan 100% manusia.  Bagi orang tidak percaya, inkarnasi Yesus iIni jadi cemoohan: kok bisa Tuhan yang mulia itu menjadi manusia yang hina? Tapi memang demikianlah adanya: Tuhan kita itu rela dicemooh, diludahi, disiksa, bahkan dihukum mati, semuanya Ia tanggung karena Tuhan mengasihi kita! 

Secara ajaib di luar pemahaman manusia, “Firman itu menjadi manusia dan hidup di antara ciptaanNya” (Yoh 1:14). Tuhan Yesus sang Firman kekal itu menjadi manusia di dunia ini Proses kelahiranNya begitu ajaib. Ia dikandung oleh Roh Kudus dan lahir melalui perawan Maria. Kelahiran unik ini menjadikan Yesus tidak mewarisi sifat dosa dan Ia hidup tanpa dosa. Yesus adalah Pribadi yang kudus dan sempurna. Yesus tidak hanya memiliki tubuh manusia seutuhnya, namun Ia juga memiliki pikiran, hati dan kehendak manusia. Ia lapar, haus, marah, letih, dia mengalami pencobaan, menderita, dan mengalami kematian. 

Inkarnasi Yesus ini sulit dipercaya secara akal kita yang terbatas. Namun jika kita mau belajar memahami kekudusan Allah, kasih Allah, dan dosa manusia, maka kita akan mengerti dan berterima kasih bahwa inkarnasi adalah jalan permulaan bagi satu-satunya rencana agung Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ingatlah, Allah itu kudus dan adil, karena itu Allah akan menghukum setiap dosa kita. Hukuman ini tidaklah main-main bahkan sampai kepada kekekalan jiwa manusia di neraka. Darah binatang atau amal saleh kita tidak akan pernah menghapus hukuman dosa kita.  Hanya pribadi yang 100% Tuhan yang dapat memenuhi standar Allah untuk  pengampunan dosa.  Yesus pribadi dari surga yang kudus dan tak bercacat sehingga Ia dapat menanggung semua murka dan penghukuman dosa dari Allah di kayu salib.  Karena  efek dosa dan kematian berasal dari manusia, maka penebusan mesti melalui manusia. Itulah mengapa Yesus mesti berinkarnasi menjadi 100% manusia! Ia dapat merasakan ikatan dosa dalam diri kita, Ia rela berkorban untuk menggantikan kita dan menanggung  semua hukuman dosa kita.   Ini menjadi jaminan bagi setiap orang percaya kepada Yesus akan keselamatan dari hukuman dosa dan hidup yang kekal di surga.

~BT20221204