Setia Jangan Murtad

Kita perlu menyadari bahwa Kekristenan adalah sebuah perjalanan iman: ada permulaan, pertengahan, dan akhir bersama Kristus. Namun sayangnya ada banyak orang yang tidak setia sampai akhir dan meninggalkan iman Kristen. Sebagian dulunya adalah orang yang rajin ibadah, bersaksi dan aktif dalam pelayanan. Dari luar terlihat tumbuh bersama orang percaya lainnya, bagaikan padi dan ilalang, sehingga sulit terlihat perbedaannya. Namun perjalanan waktu membawa mereka tidak setia bahkan menyangkal dan meninggalkan iman Kristen. Dulunya mereka sepertinya bagian dari kita, tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam iman dan mereka meninggalkan kita, berarti mereka bukanlah Kristen sejati (1 Yoh 2:19). Ini yang disebut murtad: menyangkal iman dengan sadar, yang dulunya mengaku percaya dan beriman kemudian meninggalkan imannya. Firman Tuhan katakan orang yang murtad berarti mereka menyalibkan lagi Kristus dan mempermalukan Kristus di depan umum (Ibr. 6:6).
Meski banyak alasan orang untuk murtad namun umumnya ada 2 penyebab: doktrin, dan gaya hidup. Jika orang tidak memahami doktrin Alkitab yang benar maka ia akan mudah diombang-ambingkan oleh ajaran lain. Ada orang yang mempertanyakan doktrin Kekristenan namun tidak mendapatkan jawaban seperti yang ia mau, dan itu membuat ia tidak lagi mempercayai iman Kristen. Gaya hidup orang Kristen yang tidak tunduk kepada Kristus dan cenderung hidup mengikuti kesenangan dunia ini membuat imannya tidak berakar pada Kristus. Orang yang tidak memelihara imannya, yang tidak mengerjakan keselamatannya, dan hidup sembarangan, maka cepat atau lambat, ia akan menjauh dari Tuhan. Ketika ada badai topan datang maka cenderung menyalahkan Tuhan dan bisa jadi meninggalkan Kekristenan. Jika ada tawaran menggiurkan dari dunia ini misalnya karir ataupun jodoh tetapi mesti menyangkal iman maka ia pun akan murtad.
Bagi saya, mereka yang murtad sebenarnya menunjukkan mereka belumlah pernah menjadi orang Kristen sejati, Kristus belum sungguh hadir di dalam hati dan karakter mereka belum diubahkan oleh Kristus. Alkitab menyatakan bahwa tidak semua orang yang mengaku “Kristen” adalah pengikut Kristen yang sungguh-sungguh. Tuhan yang mengetahui hati kita akan menolak setiap kita yang tidak sungguh dalam iman, meskipun kita sangat hebat dari penampakan luar. (Mat. 7:21-23). Saya percaya bahwa orang Kristen sejati akan terus menjaga hidupnya seturut Firman Tuhan meski apapun yang terjadi dan atau apapun tawaran menggiurkan dari dunia ini, ia tidak akan pernah meninggalkan imannya. Orang Kristen sejati tidak akan pernah murtad!
Memang betul keselamatan kita adalah anugerah dari Tuhan Yesus yang sudah menanggung semua hukuman dosa kita di kayu salib. Keselamatan bukanlah anugerah murahan, tetapi menuntut totalitas perubahan karakter hidup kita yaitu pertobatan dari dosa kita, tunduk kepada Tuhan, dan hidup menghasilkan buah yang baik. Orang Kristen sejati mesti bertekun dalam iman meskipun sering kali kita mungkin jatuh bangun dalam iman. Kita bisa belajar dari kisah dua murid Tuhan Yesus yang pernah jatuh dalam dosa: hasilnya Yudas bunuh diri, tetapi Petrus bertobat dan kembali melayani Kristus menjadi penginjil yang hebat. Tentu kita tetap bisa bertahan dalam iman jika kita bersandar pada Tuhan. Allah selalu menjagai orang pilihanNya melalui hubungan pribadi dengan kita. Karena itulah kita mesti bertekun dalam doa, membaca Firman Tuhan, dan beribadah. Ini mesti terus berlangsung sepanjang hidup kita. Ingatlah, kita telah beroleh bagian dalam Kristus asal kita terus bertahan setia sampai akhir (Ibr. 3:14).
~BT221016