KEMERDEKAAN SEJATI

Tanggal 17 Augustus selalu menjadi hari yang menyenangkan dan membanggakan kita sebagai bangsa Indonesia karena kita memperingati kemerdekaan Indonesia. Kita patut bersyukur atas anugerah Tuhan terhadap bangsa Indonesia melalui perjuangan para pahlawan di masa lalu dan para founding fathers kita yang mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Kemerdekaan dari segala yang membatasi kehidupan manusia sudah menjadi keinginan dan dicari manusia sejak manusia ada. Alkitab banyak berbicara tentang pembebasan dan kemerdekaan sejak penciptaan manusia pertama. Adam dan Hawa ingin bebas dari aturan yang Allah berikan untuk tidak makan buah pengetahuan dan ingin merdeka untuk mengikuti kemauan Iblis termasuk ingin menyerupai Allah (Kej 3:1-6). Manusia ingin bebas dari kesulitan hidup, penderitaan, aturan, tanggung jawab dan merdeka melakukan apa yang kita inginkan. Banyak orang secara fisik merdeka atau bebas, tetapi tidak menyadari bahwa ia sebetulnya terpenjara dan terikat perbudakan spiritualitas yang menguasai dirinya yaitu dosa (Roma 3:23). Dosalah yang membawa kita cenderung berbuat jahat, tidak bisa mengasihi Allah dan sesama. Dosa juga membuat manusia terpisah dari Allah baik di dunia maupun akhirat.
Tetapi syukur kepada Allah karena 2.000 tahun yang lalu, Yesus Kristus memproklamasikan kemerdekaan manusia dari kuasa dan hukuman dosa, yaitu saat Yesus mati di kayu salib. Yesus memberikan kemerdekaan sejati bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. (Yoh 3:16). Inilah anugerah kemerdekaan terbesar dari Allah kepada manusia berdosa: Merdeka dari belenggu dosa dan hukuman maut yang kekal, lalu mendapatkan anugerah pengampunan dosa dan hidup yang kekal bersama Kristus. Manusia yang terjajah oleh belenggu dosa perlu memproklamasikan kemerdekaannya di dalam Yesus Kristus!
Jika kita melihat salib, ingatlah bahwa Kristus sudah memerdekakan kita dari hukuman dosa dan maut. Kita dimerdekakan dari dosa dan sekarang kita menjadi hamba Allah untuk menghasilkan buah (Rom 6:22). Allah menginginkan kita mengisi kemerdekaan itu dengan hidup melakukan perintah Tuhan yaitu terus berjuang melawan dosa, menyangkal diri, dan berbuat kebaikan untuk sesama termasuk menjadi warga negara yang baik. Orang Kristen yang sudah merdeka oleh Kristus akan terlihat dari buah kesaksian hidup yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kita melihat Sang Saka Merah Putih berkibar, kita perlu merasa bangga dan bersyukur bahwa bahwa kita sudah merdeka dari penjajahan. Ibu Pertiwi memanggil anak-anak Tuhan untuk menjadi saksi dan teladan yang baik di bumi nusantara yang kita cintai ini. Merdeka..!!!
~BT20240817