Misteri Tuhan Yang Tak Terselami

Salah satu Bapa gereja St. Agustinus pernah mengatakan, “Si comprehendis, non est Deus”, yang artinya jika engkau mengerti, itu bukanlah Tuhan. Menurutnya jika kita bisa mengerti semua tentang Tuhan, maka Dia bukan lagi Tuhan yang hebat dan ajaib karena Dia tidak lebih besar dan lebih hebat dari pemikiran manusia. Dan itu bukanlah Tuhan yang digambarkan dalam Alkitab.  

Alkitab banyak menceritakan tentang misteri Tuhan yang tidak terselami.  Sebuah misteri dalam teologi Kristen merujuk kepada sesuatu yang diyakini benar berdasarkan apa yang tertulis di Alkitab, namun keterbatasan pikiran manusia tidak dapat memahami sepenuhnya.  Beberapa contoh misteri adalah: Bagaimana bisa Allah tidak ada awal dan akhir? Bagaimana bisa enam hari Tuhan menciptakan alam semesta yang kompleks ini? Bagaimana mungkin Tuhan yang agung itu menjadi manusia dan bahkan mati untuk menebus dosa manusia yang jahat kepadaNya? Bagaimana menjelaskan Tuhan itu Satu adanya tetapi tiga pribadi yang berbeda? Dan masih banyak misteri lainnya. 

Tiada seorang pun di antara kita yang dapat memahami Tuhan secara mendalam dan sempurna. Ibaratkan ember tidak mungkin bisa menampung semua air di lautan, demikianlah sesuatu yang terbatas tidak mungkin bisa memahami hal yang tidak terbatas.  Kata-kata tidak akan pernah bisa cukup untuk menggambarkan keberadaan Tuhan. Jalan pikiran Allah tidak terselami, siapakah yang dapat mengerti? (Rom. 11:33), rancangan dan jalan pikiranNya setinggi langit (Yes. 55:8-9). Tuhan adalah pribadi yang kekal, tak terbatas, mandiri tidak bergantung pada apapun. Tuhan melakukan apa yang Ia kehendaki dan Dia tidak pernah minta nasehat dari manapun. Karena kedaulatanNya, Dia menentukan waktu dan tempat untuk semua peristiwa di dunia ini. Tuhan bekerja dalam cara yang misterius dan di luar pemikiran manusia. 

Meskipun Allah adalah pribadi yang begitu agung dan tak terselami namun Ia mengundang kita untuk mengenal dan berkomunikasi secara pribadi denganNya. Tuhan sudah menyingkapkan keberadaanNya kepada manusia melalui karya ciptaanNya di alam semesta ini, melalui tulisan yang diilhamiNya yaitu Alkitab, maupun melalui diri Yesus. Tujuan penyingkapan ini supaya manusia mengenal  perbuatan, karakter, bahkan pengampunan dari Tuhan. Jika kita serius mencari Dia, maka kita akan merasakan hal ini: Semakin kita mengenal Tuhan maka semakin kita sadar dan kagum betapa Tuhan itu begitu  luar biasa dan tak terselami. 

Tuhan memang memiliki rahasia yang tidak diceritakan kepada siapapun, namun Ia telah menyingkapkan apa yang perlu kita percayai (Ula. 29:29). Bagian kita adalah mengimani apa-apa yang terungkap dalam Alkitab. Untuk bagian yang tidak bisa kita pahami dan belum terungkap, kita serahkan kepada Tuhan. Ketidaksempurnaan kita dalam memahami misteri Allah seharusnya membawa kita kepada rasa hormat dan tunduk kepada Allah karena Dia maha kuasa dan berdaulat dan kita adalah manusia yang lemah.  Meski kita tidak bisa sempurna memahami Allah, tetapi itu sudah dapat memiliki arti dalam hidup kita. Allah ingin kita terus belajar tentang Dia sampai suatu saat kita bertemu muka dengan Dia Allah yang agung itu.

~BT20231001