Mukjizat Kelahiran Yesus

Kelahiran anak tentunya merupakan momen yang membahagiakan bagi orang tua dan keluarga. Meskipun kita bisa kagum dengan proses kandungan dan kelahiran bayi, namun itu adalah proses alamiah yang Allah tentukan manusia bisa hadir ke dalam dunia ini. Itu bukanlah keajaiban ataupun mukjizat sebab peristiwa itu biasa dan dapat berulang setiap hari. Sedangkan mukjizat di Alkitab adalah perbuatan Allah yang terjadi melampaui hukum logika dan ilmiah manusia karena Allah ingin menunjukkan tanda, pesan, dan rencana untuk umatNya. Salah satu mukjizat yang ada di Alkitab adalah proses kandungan untuk kelahiran Yesus ke dalam dunia ini. Yesus lahir dari proses mukjizat dalam kandungan perawan Maria.
Banyak orang meragukan peristiwa ajaib ini yang hanya tercatat sekali dalam sejarah dunia ini. Secara ilmiah dan logika, mestinya wanita hanya bisa mengandung karena adanya hubungan seksual dengan pria. Lalu bagaimana dengan peristiwa mengandungnya Maria yang masih perawan itu? Ketika malaikat Gabriel memberitakan kabar ajaib itu kepada Maria, dia pun keheranan bagaimana mungkin dia bisa mengandung jika dia masih perawan dan belum bersuami? (Luk. 1:34). Pastinya Maria mengerti hukum alam atau pelajaran biologi tentang proses kehamilan. Tetapi malaikat itu menjawab Maria bahwa Kuasa Roh Kudus akan menaungi Maria dan ia akan mengandung. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Jika Allah bisa menciptakan kehidupan alam semesta yang kompleks ini termasuk manusia, lalu mengapa kita sulit memahami bahwa Allah yang sama dapat membuat seorang gadis mengandung tanpa proses alami? Nyatanya, sesuatu yang tidak normal terjadi, tidaklah berarti itu tidak mungkin terjadi. Inilah mukjizat yang hanya Tuhan bisa melakukannya.
Allah sudah merencanakan kelahiran juruselamat dari seorang perawan itu dalam Kejadian 3:15 ketika Allah berbicara kepada Iblis dan Hawa. Allah menetapkan bahwa keturunan perempuan (bukan keturunan pria) itu akan meremukkan kuasa Iblis. Yesaya juga bernubuat bahwa seorang perawan akan mengandung dan akan melahirkan Imanuel (Yes. 7:14). Bagaikan dejavu, malaikat mengulangi pernyataan Yesaya itu saat bertemu Yusuf dan meyakinkannya agar tetap menikahi Maria, tunangannya dan memberi nama bayi itu Yesus yang adalah Imanuel (Mat. 1:20-23).
Dalam pengakuan iman rasuli tahun 325, para bapa gereja juga menekankan betapa pentingnya pernyataan “lahir dari anak dara Maria” untuk membuktikan keunikan kelahiran Yesus. Karena Ia lahir dari kandungan Roh Kudus melalui perawan Maria, tidak melalui hubungan suami istri maka Yesus tidaklah mewarisi status keberdosaan manusia meski ibu yang melahirkannya adalah orang berdosa. Dalam statusNya sebagai manusia, Yesus lahir tak berdosa dan hidup di dunia ini tanpa melakukan dosa. Yesus adalah pribadi yang suci, tak bercacat, dan sempurna untuk menggantikan status manusia yang berdosa. Yesus mempersembahkan kesucian tubuh dan hidupNya sebagai penebusan dosa manusia.
~BT241201