PENCIPTAAN: KARYA AGUNG TUHAN
Bumi tempat kita hidup ini mesti mengorbit sumber energi yang kita sebut matahari dengan jarak, kecepatan rotasi, dan sudut yang tepat dan akurat. Kalau terlalu dekat dan cepat, bumi akan terbakar, tetapi jika terlalu jauh dan lambat, bumi akan membeku. Bulan yang menjadi pengekor setia bumi memiliki bentuk dan jarak yang memformulasi gaya gravitasi ideal di bumi, di mana semua mahkluk hidup bahkan aliran darah dalam tubuh kita ini bergantung pada gravitasi! Demikian juga konstelasi planet, bintang, galaksi di alam semesta ini begitu mengagumkan. Rasanya jika kita merenung sejenak, kita pasti bergumam tak mungkin semua ini hanya kebetulan terjadi, pasti ada yang mendesain dan mengatur semua ini.
Alkitab memproklamasikan: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kej. 1:1); Enam hari lamanya Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya (Kel. 20:11); Langit menceritakan kemuliaan Allah dan pekerjaan tanganNya (Maz. 19:2)! Ini adalah kebenaran iman orang Kristen yang benar sepanjang zaman. Namun sepertinya sekarang, ada banyak gereja dan orang Kristen mulai meragukan bahkan menolak kebenaran historis Penciptaan dalam Kitab Kejadian dan menganggap itu adalah puisi atau dongeng. Bisa jadi ini dipengaruhi oleh berbagai teori alternatif asal mula alam semesta yang dibuat untuk menihilkan keberadaan Tuhan yang mengajarkan etika dan moral spiritual. Salah satunya adalah Teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta ini tercipta dari gumpalan materi yang entah bagaimana asal mulanya meledak dahsyat sekitar 14 Milyar tahun lalu dan membentuk alam semesta ini. Sekitar 4 Milyar tahun lalu bumi mendingin dan muncul lautan dan kejatuhan batu meteor dari angkasa yang membawa unsur protein dan DNA. Singkat cerita, kehidupan bakteri muncul dari batuan di laut. Melalui evolusi yang menjelimet dan long time ago, bakteri berkembang menjadi mahkluk hidup seperti tumbuhan, binatang di laut, lalu mendarat jadi reptil, lalu jadi monyet, lalu katanya jadi manusia. Jadi menurut teori evolusi ini, sesungguhnya nenek moyang manusia, hewan dan tumbuhan adalah sama yaitu batu meteor! 🙂
Ini tentu berbeda dengan iman Kristen yang Alkitabiah. Tuhan itu bersifat kekal karena itu Tuhan tak memerlukan alasan apapun untuk keberadaanNya. Ia memiliki segala kuasa dan hikmat untuk menciptakan waktu, ruang, dan materi dari yang tidak ada menjadi ada. (Creatio Ex Nihilo). Tentu Tuhan dapat menciptakan alam semesta dalam 6 jam, atau 6 hari, atau tanpa waktu sekalipun! Alam semesta dengan isinya yang begitu rumit tetapi semuanya ditata untuk bisa berkesinambungan mendukung kehidupan alam semesta ini.
Orang Kristen mesti mengimani narasi historis Penciptaan dalam Kejadian 1. Tuhan adalah Pencipta dan Dialah pemilik hidup kita. Oleh karena itu, Tuhan layak menerima segala hormat, pujian, dan ketaatan kita. Percaya kepada karya penebusan Kristus, berarti kita juga mesti percaya kepada karyaNya dalam penciptaan jagat raya ini. Jika kita percaya pada pasal pertama Alkitab, maka akan membawa kita percaya kepada lembaran akhir Alkitab tentang langit dan bumi baru yang kekal yang disediakan bagi mereka yang setia mengikut Kristus sampai kesudahannya.
@Bagiterang.com/210131