Sejarah Israel dalam Karya Penebusan

Sejarah bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah begitu penting bagi kita untuk memahami kematian Kristus.  Untuk mengerti keberadaan bangsa Israel, maka kita perlu kembali kepada Perjanjian Allah dengan orang tua pertama kita: Adam dan Hawa saat mereka jatuh dalam dosa (Kej. 3:15).  Allah berjanji akan mendatangkan Mesias dari keturunan Adam yang akan mengalahkan kuasa Iblis dalam dosa dan kematian. 

Allah memanggil Abram untuk menjadi satu bangsa yang besar yang akan memberkati bangsa lain (Kej. 12:1-3). Melalui cucunya yaitu Yakub, Allah mengubah namanya dan keturunannya menjadi Israel.  Berkat yang besar dari bangsa Israel bagi dunia ini adalah  kedatangan Sang Mesias dalam menunaikan karya keselamatan manusia. Yesuslah yang menjadi alasan utama mengapa Allah memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihanNya. Ini adalah hak prerogatif Allah untuk memilih apa yang berkenan bagiNya. Firman Tuhan menjelaskan bahwa Israel adalah bangsa yang dipilih Tuhan untuk menjadi umat kesayanganNya (Ula. 7:6). 

Iblis tahu bahwa kuasanya akan dikalahkan Sang Mesias yang akan datang dari keturunan Abraham, Ishak, Yakub. Itulah sebabnya, selama ribuan tahun, Iblis dan para kroninya terus berupaya untuk menghancurkan umat Israel. Berbagai suku bangsa menyerang Israel bahkan sampai menawan bangsa Israel di Asyur dan Babilonia. Sejarah bangsa Israel menunjukkan bahwa mereka lebih sering memberontak daripada taat kepada Tuhan. Allah  tetap menjaga bangsa itu dengan mengangkat nabi, hakim, dan raja untuk memimpin Israel.  Allah juga sering menghukum bangsa Israel karena kedegilan dan dosa mereka, namun Allah membebaskan mereka dan membawa mereka pulang kembali ke Tanah Perjanjian Yerusalem. Ini semua Allah lakukan demi menunaikan janji kedatangan Sang Mesias.

Sebagai umat pilihanNya, Allah mengatur tata cara ibadah dan hidup orang Israel. Bangsa Israel mesti hidup kudus dan taat kepada Allah. Mereka mesti mempersembahkan darah dan nyawa binatang yang terbaik sebagai pembayaran hukuman dosa yang mereka lakukan.  Namun ibadah penyerahan hewan kurban ini tidak akan pernah dapat menghapuskan akar masalah perbudakan dosa dan kematian kekal. Ini adalah gambaran bahwa manusia membutuhkan darah yang kudus dan karya pembebasan dari Allah. Allah sendirilah yang menunaikan semua tuntutan dan janjiNya melalui darahNya sendiri yaitu Kristus mati di kayu salib. Segala apa yang Allah tuntut  dari umat Israel yaitu hidup kudus dan taat kepada Allah sudah dilaksanakan dan ditunjukkan Yesus selama hidup di dunia. Semua janji keselamatan Allah untuk manusia sudah diberikan melalui kematian Kristus di kayu salib. Rasul Paulus sendiri yang menyatakan ini (2 Kor. 1:20). Inilah perjanjian baru Allah dengan manusia yang percaya kepada Kristus. Bagi kita yang hidup dalam Yesus, kita juga adalah umat pilihan dan milik Allah yang juga bertugas untuk memberitakan berita baik keselamatan kepada dunia ini (1 Pet. 2:9).

~BT20230402