Tahun Baru 2021, Semangat Baru

Saat pergantian Tahun, banyak cara orang melaluinya. Ada yang merayakannya dengan kembang api yang konon adalah tradisi China untuk mengusir roh jahat dan mengharapkan kesejahteraan di tahun baru. Ada juga yang membuat resolusi (komitmen) yang konon adalah tradisi Babel kuno, orang-orang berjanji kepada Dewa dan jika  mereka menepati janji itu sepanjang tahun, maka Dewa akan memberkati mereka. Rasanya tak ada yang salah kita merayakan Tahun baru baik dengan kembang api maupun bikin resolusi tahun baru: mau diet, berhenti merokok, rajin olahraga, atau rutin baca Alkitab. Mari kita periksa pada bulan Februari, apa kita masih ingat resolusi kita hehehe..

Tentu kita ingat bagaimana semua kita mengalami kesulitan di tahun 2020 oleh karena pandemik Covid-19 dengan segala macam dampaknya: kehilangan orang terkasih, ekonomi yang menurun, tidak bebas bergerak, spiritualitas yang terombang ambing, dll. Namun, marilah kita merenungkan kembali perkerjaan Tuhan di dalam dunia ini – baik yang kita harapkan maupun yang tidak kita harapkan, baik suka maupun duka – semuanya memberi kita rasa syukur dapat melalui tahun 2020 dan karena kebaikanNya kita memasuki 2021.

Pergantian kalender 2020 menjadi 2021 tentu tidaklah membawa kita kepada daya magis bahwa semua beban kita di 2020 akan segera berakhir dan 2021 semua akan baik-baik saja. Kita bisa belajar dari perjuangan Bangsa Israel ketika memasuki Tanah Perjanjian. Pemimpin besar Musa sudah wafat dan sekarang orang muda Yosua yang in-charge . Mereka sudah tiba di tepi sungai Yordan, dan di seberang sungai itulah Tanah Perjanjian terbentang dengan segala janji kemakmurannya. Masalahnya mereka sudah letih 40 tahun berkelana di padang gurun, sungai itu sedang banjir besar, dan di seberang sungai itu para musuhpun siap menghadang mereka. Namun, Yosua taat kepada Firman Tuhan dan meminta semua orang Israel mengikuti kemanapun perginya Tabut Perjanjian Tuhan yang dipikul para imam. Kita tahu happy ending kisah itu, orang Israel berhasil menguasai Tanah Perjanjian itu. 

Tahun 2021 bisa kita ibaratkan adalah tanah perjanjian yang Allah percayakan kepada kita.  Kita tidak pernah tahu akan seperti apa kehidupan kita dan keadaan dunia ini di tahun 2021. Namun, sama seperti orang Israel, kita mesti taat kepada Tuhan, dan biarkan Tuhan yang memimpin, kita mesti berani maju melangkah, tetap berjuang dalam segala macam tantangan kesulitan kehidupan yang akan kita hadapi.  Tentu perjuangan tidak pernah mudah dan Allahpun tidak pernah menjanjikan semuanya akan berjalan mulus seperti jalan tol. Jika kita setia dalam pimpinan Tuhan, maka kita akan merasakan berkat Tuhan di tahun 2021.

Selamat Tahun Baru 2021..! Kita akan menyeberangi dan masuk tahun 2021 bersama pimpinan Tuhan dengan pengharapan dan semangat baru. Nikmatilah perjalanan baru dalam 12 bulan, 52 minggu, 365 hari, 8.760 jam, 525.600 menit, dan 31.536.000 detik dan semuanya itu adalah anugerah Tuhan.

@bagiterang.com210102