Mengapa Kita Mesti Belajar Teologi?

“Belajar teologi? Emangnya mau jadi pendeta?”,  “Kekristenan itu cara hidup, bukan doktrin, jadi  gak perlu belajar teologi”, “gak perlu belajar Alkitab, toh Roh Kudus akan mengurapi kita ketika kita memerlukan petunjuk”. Ini cara pandang yang perlu diluruskan. Sebetulnya, belajar teologi itu penting bagi kita orang percaya karena ini adalah amanat agung Kristus bagi setiap orang percaya: ..jadikanlah orang lain murid Kristus,…. ajarlah mereka (Mat 28:19-20); siap sedialah untuk menjawab siapapun tentang imanmu (1 Pet 3:15). Nah, bagaimana kita bisa mengajar orang lain kalau kita tidak terlebih dahulu  menguasai bahan ajar? Bagaimana kita bisa menjawab orang lain kalau kita tidak mengerti dan memahami iman kepercayaan kita?

Kadang kita memiliki pergumulan bagaimana membuat keputusan dalam berbagai isu dalam kehidupan kita yang semakin kompleks. Apa yang Alkitab ajarkan tentang hubungan suami istri, khususnya saat terjadi konflik? Bagaimana membesarkan anak di tengah tantangan LGBT dan internet?  Zaman dengan teknologi  terus berubah seiring waktu, dan banyak hal-hal baru yang muncul menimbulkan kontroversi dan menuntut penjelasan spiritual. Apa kata Alkitab tentang hal ini? Misalnya: apakah orang Kristen boleh melakukan bayi tabung (IVF), surrogate motherhood (pinjam rahim)?, dan banyak lainnya. Tentunya, kita tidak hanya jawab:  bacalah Alkitab dan kamu akan menemukan jawabannya.  Alkitab itu ada 66 buku, yang mana satu? rasanya akan menyita banyak waktu jika setiap menjawab pertanyaan doktrin Kekristenan kita mesti buka dari Kitab Kejadian. Apalagi Alkitab tidak menjelaskan secara eksplisit semua isu kehidupan ini. (Ula 29:29).

Karena itulah kita mesti belajar teologi termasuk  doktrin dan etika Kristen yang benar secara Alkitab. Tentunya, akan sangat menolong jika kita bisa belajar dari lembaga, institusi, sekolah, maupun perorangan yang telah lebih dulu belajar Alkitab dan mengimaninya dengan benar! Teologi itu sederhananya adalah ilmu tentang Tuhan, yaitu kita mengenal siapa Tuhan, apa yang Ia telah, sedang, akan kerjakan di dalam dunia yang Ia ciptakan ini dan hubunganNya dengan manusia. Ada banyak manfaat bagi kita dalam belajar teologi, di antaranya: (i) kita akan mengerti iman lebih dalam, semakin mempercayai Tuhan, dan semakin menyelaraskan hidup kita dengan Tuhan, (ii) menolong kita untuk mengkoreksi berbagai ajaran dan pandangan yang salah menurut Alkitab,  (iii) kita mendapatkan hikmat dari Ilahi, dan kita bisa mengambil keputusan yang bijaksana dan berkenan kepadaNya,  (iv) kita dapat memberikan pertanggung jawaban dan membela iman kita jika ada yang bertanya maupun menyangsikan klaim kebenaran iman Kristen, (v) kita dapat bersaksi, memberi masukan, dan mengajar orang lain.

Rasanya tidak mungkin kita dapat menyenangkan hati Tuhan tanpa belajar lebih dalam tentang Dia dan pekerjaanNya di dunia ini. Bisa jadi, semakin kita belajar tentang Ilahi, semakin kita tahu bahwa Dia begitu luas dan besar, tak pernah cukup waktu dan daya pikir  kita untuk menyelami Dia, tapi kita mau terus belajar.

@Bagiterang.com/210110

Tahun Baru 2021, Semangat Baru

Saat pergantian Tahun, banyak cara orang melaluinya. Ada yang merayakannya dengan kembang api yang konon adalah tradisi China untuk mengusir roh jahat dan mengharapkan kesejahteraan di tahun baru. Ada juga yang membuat resolusi (komitmen) yang konon adalah tradisi Babel kuno, orang-orang berjanji kepada Dewa dan jika  mereka menepati janji itu sepanjang tahun, maka Dewa akan memberkati mereka. Rasanya tak ada yang salah kita merayakan Tahun baru baik dengan kembang api maupun bikin resolusi tahun baru: mau diet, berhenti merokok, rajin olahraga, atau rutin baca Alkitab. Mari kita periksa pada bulan Februari, apa kita masih ingat resolusi kita hehehe..

Read more
1 2 3